Struktur organisasi KPRI bukan hanya sekedar deskripsi tanggungjawab

struktur organisasiStruktur organisasi dalam sebuah koperasi merupakan hal yang sangat diperlukan sebagai tatanan kepemimpinan yang mengatur organisasi tersebut. Struktur tersebut disusun sebagaimana mekanisme-mekanisme kerja setiap operasional, semua itu untuk mencapai sebuah tujuan.

Tak mengherankan, struktur organisasi dapat memajukan sebuah koperasi lebih baik. Pembuatan struktur tidak hanya sekedar menggambarkan deskripsi terhadap wewenang dan tugas karyawan dalam sebuah organisasi tapi juga memberikan gambaran “Kejelasan tanggungjawab, Kejelasan Kedudukan, dan Kejelasan Tugas”.

Secara umum, manajemen organisasi KPRI dapat dikelompokkan menjadi tiga bagian yaitu “Bagian Unit USP, Bagian Unit Usaha, dan Bagian Keuangan”.

Struktur Organisasi KPRI

RAPAT ANGGOTA

Pada koperasi setiap tahunnya selalu ada kegiatan yang dinamakan Rapat Anggota, rapat ini merupakan pemegang kekuasaan tertinggi dalam koperasi yang merupakan forum pencetusan dan penyaluran aspirasi anggota dalam menentukan arah kegiatan organisasi. Dalam RA tiap anggota dapat menyalurkan aspirasinya untuk penentuan kebijakan-kebijakan umum yang nanti dijalankan oleh pengurus maupun pengawas koperasi.

rapat anggota

Menurut pasal 23 UU No. 25 tahun 1992, tugas dan wewenang RA adalah menetapkan

  1. Anggaran Dasar Koperasi
  2. Kebijakan-kebijakan umum dalam organisasi dan manajemen koperasi
  3. Pemilihan, pengangkatan, serta pemberhentian pengurus maupun pengawas
  4. Program kerja dan RAPB Koperasi, serta pengesahan Laporan Keuangan Koperasi
  5. Pengesahaan pertanggungjawaban serta tugas-tugas dalam pelaksanaan pengurus
  6. Pembagian SHU
  7. Penggabungan, peleburan, pembagian, dan pembubaran Koperasi

Semua yang ditetapkan pada RA merupakan landasan atau pedoman bagaimana organisasi/manajemen itu bergerak. RA koperasi sekurang-kurang dilakukan sekali dalam setahun, dan diselenggarakan selambat-lambatnya enam bulan setelah tutup buku. Ketentuan mengenai sahnya RA koperasi diatur dalam Anggaran Dasar koperasi yang bersangkutan sesuai kondisi dan kebutuhan masing-masing koperasi.

 

PENGURUS

Pengurus merupakan pelaksana kebijakan-kebijakan umum yang telah ditetapkan oleh RA. Tugas-tugas pengurus telah terperinci dalam UU no. 25 tahun 1992, dengan rincian

pengurus

  1. Mengelola koperasi dan usahanya
  2. Menyusun rancangan rencana kerja serta rancangan RAPB Koperasi
  3. Menyelenggarakan Rapat Anggota
  4. Mengajukan laporan keuangan dan pertanggungjawaban pelaksanaan tugas
  5. Menyelenggarakan pembukuan keuangan dan inventaris secara tertib
  6. Memelihara daftar buku anggota dan pengurus

Dilihat dari tugas-tugasnya, pelaksanaannya tidaklah mudah mengingat beratnya tugas pengurus dalam pelaksanaan maka pengurus tersebut dapat dibantu atau mendelegasikan kepada pengelola (Manajer) beserta karyawan koperasi. Namun demikian, tanggung jawab atas keberhasilannya tetap ditangan para pengurus. Maka seorang pengurus harus juga membina hubungan baik dengan koperasi lain sehingga mendapatkan informasi serta pembinaan dalam kemudahan bisnis.

 

PENGAWAS

Pengawas merupakan salah satu kelengkapan dalam sebuah organisasi. Bertujuan untuk memeriksa dan mengendalikan pelaksanaan kebijakan-kebijakan dan pengelolaan koperasi oleh pengurus. Apakah telah sesuai dengan yang ditetapkan oleh RA atau belum. Adanya fungsi kontrol ini dalam organisasi ini dapat meminimalkan resiko yang timbul dari akibat penyimpangan kebijakan yang telah ditetapkan.

supervisor

Tugas pengawas ini sangatlah penting guna berjalan dan bertahannya koperasi, terkadang timbul kecurangan-kecurangan terutama untuk dana koperasi itu sendiri. Maka pengawas koperasi selanjutnya dalam waktu tertentu memberikan laporan tertulis yang berisi data-data tertentu dan saran atau masukkan yang dirasa perlu untuk dilakukan dalam rangka pencapaian tujuan koperasi.

 

MANAJER

Dalam pelaksanaan kebijaksanaan dari rapat anggota, pengurus mengangkat seorang manajer untuk membantu dalam pengelolaan sebuah koperasi atau unit. Maka manajerlah yang bertanggungjawab kepada pengurus bukan pada rapat anggota.

manajerSemua kegiatan usaha, administrasi, dan organisasi dilakukan oleh manajer, maka keberhasilan sebuah koperasi atau unit cenderung di tangan manajer. Dengan kata lain pemegang kunci berhasil atau tidaknya koperasi. Tugas-tugas manajer lebih banyak dalam teknis operasional usaha koperasi yang dibantu oleh sejumlah karyawan. Kebutuhan jumlah dan kualifikasi karyawan tergantung dari kebutuhan koperasi tersebut dan kedudukannya dasarnya dibawah manajemen manajer.

Demikian penjelasan dari kami, jika masih ada yang perlu ditanyakan atau ada kritik dan saran, jangan sungkan untuk kontak kami kapan saja.

Semoga Bermanfaat…

 

Sumber : (dari berbagai sumber)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s