Akun Perkiraan untuk Laporan Rugi Laba Koperasi Pegawai (KPRI)

Berikut adalah contoh nama-nama akun/perkiraan yang bisa digunakan dalam penyusunan Laporan Rugi Laba Koperasi Pegawai / Koperasi Karyawan.

Untuk Kelompok Pendapatan adalah sebagai berikut :

 

4100

Pendapatan

4110

Penjualan barang pada anggota Sub-Group

4111

Penjualan barang komsumsi pada anggota Detail

4112

penjualan barang lain pada anggota Detail

4120

Penjualan barang pada bukan anggota Sub-Group

4112

Penjualan barang komsumsi pada bukan anggota Detail

4122

Penjualan barang lain pada bukan anggota Detail

4200

Potongan Penjualan Group

4210

Potongan pada anggota Sub-Group

4211

Pot. Penjualan barang komsumsi pada anggota Detail

4212

Pot. Penjualan barang lain pada anggota Detail

4120

Penjualan pada bukan anggota Sub-Group

4121

Penjualan barang komsumsi pada bukan anggota Detail

4122

Penjualan barang lain pada bukan anggota Detail

4220

Potongan penjualan pada bukan anggota Sub-Group

4221

Pot.Penj.barang komsumsi pada bukan anggota Detail

4222

Pot.Penj.barang lain pada bukan anggota Detail

4513

Pendapatan Biaya Administrasi dari anggota Detail

4520

Bagian SHU dari PKPN/GKPN/I KPN/BUKOP Sub-Group

4521

Bagian Jasa penyertaan / Dividen pada bukan anggota Detail

4522

pendapatan Sewa dari bukan anggota Detail

4523

Pendapatan Royalti dari bukan anggota Detail

4524

Pendaptan biaya administrasi dari bukan anggota Detail

4525

Pendapatan Lain-lain dari bukan anggota Detail

Untuk Kelompok Biaya Langsung atau HPP adalah sebagai berikut :

Continue reading

Akun / Perkiraan untuk Laporan Neraca KPRI

Mungkin dari rekan-rekan Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) ada yang membutuhkan referensi tentang Daftar Perkiraan (chart of account) untuk Laporan Neraca Keuangan koperasinya. Berikut saya sajikan daftar perkiraan lengkap beserta nomor, nama, dan kategorinya.

01.1100 Aktiva
lancar
Group
01.1110 Uang Sub-Group
01.1111 Kas Detail
01.1112 Bank Detail
01.1120 Simpanan jangka pendek Sub-Group
01.1121 Tabanas/Simpedes/Simaskot Detail
01.1122 Depotiso jangka pendek Detail
01.1130 Piutang usaha pada Anggota Sub-Group
01.1131 Piutang barang pada Anggota Detail
01.1132 Piutang uang pada Anggota Detail
01.1140 Piutang usaha pada bukan
Anggota
Sub-Group
01.1141 Piutang barang pada bukan
Anggota
Detail
01.1142 Piutang uang pada bukan
Anggota
Detail
01.1150 Penyisian Piutang tak
tertagih
Sub-Group
01.1151 Penyisian piutang tak
tertagih pada Anggota
Detail
01.1152 Penyisian piutang tak
tertagih pada bk.Anggota
Detail
01.1160 Piutang lain-lain Sub-Group
01.1161 Piutang lain pada Anggota Detail
01.1162 Piutang lain pada bukan
Anggota
Detail
01.1170 Persediaan barang Sub-Group
01.1171 Persediaan barang Komsumsi Detail
01.1172 Persediaan barang lain Detail
01.1180 Persediaan perlengkapan
(alternativ)
Sub-Group
01.1181 Persediaan alat tulis
kantor
Detail
01.1182 Persediaan ban kendaraan Detail
01.1190 Transitoris/antisipasi
aktif
Sub-Group
01.1191 Pajak dibayar dimuka (PPh
ps.22,ps.23,ps.25)
Detail
01.1192 Pendapatan
ymh
diterima
Detail
01.1193 Biaya dibayar dimuka Detail

Continue reading

Memulai Komputerisasi di Bisnis UKM

Saat kita ingin mengkomputerisasi perusahaan kita banyak sekali pertimbangan yang harus kita pikirkan. Mengapa komputerisasi begitu penting dan bagaimana sebaiknya kita mulai melakukan komputerisasi pada perusahaan kita.
  1. Apa itu komputerisasi dan Mengapa harus komputerisasi?

Kebanyakan masyarakat awam masih rancu untuk membedakan antara
·         Usaha yang sudah ter komputerisasi atau
·         Usaha yang sudah menggunakan komputer untuk alat bantu.
Mereka beranggapan bahwa kalau dalam usahanya sudah menggunakan komputer maka dikatakan sudah terkomputerisasi. Padahal ..
Yang dimaksud komputerisasi disini adalah dengan mendaya gunakan kemampuan komputer untuk menghitung, mengontrol dan membuat laporan secara terpadu sehingga dapat  memperlancar usaha yang dijalankan. Jadi komputer bukan hanya digunakan sebagai pengganti mesin ketik seperti yang biasa digunakan.
Semakin usaha Anda berkembang, semakin komplek permasalahan yang terjadi. Dengan system kontrol manual maka Anda akan banyak mengalami kesulitan untuk melakukan perhitungan, kontrol bahkan pembuatan laporan. Dan kalaupun itu bisa Anda  lakukan dengan system manual , saya yakin Anda akan ikut (selalu) terjun dalam pekerjaan itu, Anda tidak pernah bisa mendelegasikan tugas itu kepada yang lain karena memang kontrol hanya datang dari satu sumber ( Personil yang bertanggung jawab) . Akan tetapi  dengan system komputer maka kontrol dapat datang dari dua sumber yaitu
·         dari personil yang bertanggung jawab dan 
·         dari system komputer itu sendiri. 
Jadi kemungkinan untuk berbuat curang dari orang yang bertanggung jawab akan lebih kecil (meskipun tidak 100% tidak bisa).
Banyak dari kalangan pebisnis lalai pada hal ini . Mereka memulai komputerisasi setelah terjadi kebobolan pada system manual nya, yang menyebabkan perusahan sudah kehilangan (Karena kecurangan) Jutaan Rupiah ( Bahkan ratusan juta)

  1. Kapan saatnya bisnis UKM mulai perlu komputerisasi?
    Continue reading

Menghitung Pembagian SHU pada Anggota

Sisa hasil usaha Koperasi merupakan pendapatan Koperasi yang diperoleh dalam satu tahun buku dikurangi dengan biaya, penyusutan , dan kewajiban lainnya termasuk pajak dalam tahun buku yang bersangkutan.

Adapun perlakuan terhadap SHU adalah sisa hasil usaha setelah dikurangi dana cadangan , dibagikan kepada anggota sebanding dengan jasa usaha yang dilakukan oleh masing-masing anggota dengan Koperasi, serta digunakan untuk pendidikan Perkoperasian dan keperluan lain dari Koperasi, sesuai dengan keputusan Rapat Anggota.

Dan untuk besarnya Pemupukan dana cadangan ditetapkan dalam Rapat Anggota koperasi yang kemudian dicantumkan pada Anggaran Dasar suatu Koperasi. Tiga pernyataan di atas adalah apa yang dikemukakan pada Undang-undang tentang Perkoperasian yaitu UU No.25 Tahun 1992 yang menjadi dasar hukum pembagian SHU koperasi bagi anggotanya.

Berikut ini adalah contoh perhitungan pembagian SHU suatu koperasi yang menjalankan usaha simpan pinjam. Misalkan dalam anggaran dasar suatu koperasi ditentukan prosentase pembagian SHU sebagai berikut :

  • SHU atas Jasa Pinjam       25%
  • SHU atas Simpanan Wajib      20%
  • Dana Pengurus      10%
  • Dana Karyawan      10%
  • Dana Pendidikan      10%
  • Dana Sosial      10%
  • Cadangan      15%

Maka proses penghitungannya adalah sebagai berikut :

Continue reading

Selisih Konversi

Anda menjalankan akuntansi (pembukuan) usaha simpan pinjam secara manual? Jika ya, kapan Anda terakhir me rekonsiliasi data kartu pinjaman atau kartu simpanan para anggota Anda untuk dicocokkan dengan nilai yang ada di neraca? Valid? Sama? Atau bahkan mungkin Anda tidak tahu apakah data Anda ini benar atau salah karena sudah terlalu banyaknya data.
System komputerisasi membutuhkan data yang valid dan balance, karena komputer hanya bersifat dummy atau sering di kenal dengan istilah GIGO (Gold ini Gold Out atau Garbage In Garbage Out), maka sebelum komputerisasi data Anda harus sudah balance.
Sebagai misal,

Laporan neraca harus sama antara sisi debet dan kreditnya
Laporan neraca nilai rugi labanya harus sama dengan laporan rugi laba
Laporan Neraca nilai pinjaman harus sama dengan total kartu pinjaman
Laporan Neraca nilai simpanan harus sama dengan total kartu simpanan
Dan beberapa laporan lainnya.

Continue reading