Akun Perkiraan untuk Laporan Rugi Laba Koperasi Pegawai (KPRI)

Berikut adalah contoh nama-nama akun/perkiraan yang bisa digunakan dalam penyusunan Laporan Rugi Laba Koperasi Pegawai / Koperasi Karyawan.

Untuk Kelompok Pendapatan adalah sebagai berikut :

 

4100

Pendapatan

4110

Penjualan barang pada anggota Sub-Group

4111

Penjualan barang komsumsi pada anggota Detail

4112

penjualan barang lain pada anggota Detail

4120

Penjualan barang pada bukan anggota Sub-Group

4112

Penjualan barang komsumsi pada bukan anggota Detail

4122

Penjualan barang lain pada bukan anggota Detail

4200

Potongan Penjualan Group

4210

Potongan pada anggota Sub-Group

4211

Pot. Penjualan barang komsumsi pada anggota Detail

4212

Pot. Penjualan barang lain pada anggota Detail

4120

Penjualan pada bukan anggota Sub-Group

4121

Penjualan barang komsumsi pada bukan anggota Detail

4122

Penjualan barang lain pada bukan anggota Detail

4220

Potongan penjualan pada bukan anggota Sub-Group

4221

Pot.Penj.barang komsumsi pada bukan anggota Detail

4222

Pot.Penj.barang lain pada bukan anggota Detail

4513

Pendapatan Biaya Administrasi dari anggota Detail

4520

Bagian SHU dari PKPN/GKPN/I KPN/BUKOP Sub-Group

4521

Bagian Jasa penyertaan / Dividen pada bukan anggota Detail

4522

pendapatan Sewa dari bukan anggota Detail

4523

Pendapatan Royalti dari bukan anggota Detail

4524

Pendaptan biaya administrasi dari bukan anggota Detail

4525

Pendapatan Lain-lain dari bukan anggota Detail

Untuk Kelompok Biaya Langsung atau HPP adalah sebagai berikut :

Continue reading

Memulai Komputerisasi di Bisnis UKM

Saat kita ingin mengkomputerisasi perusahaan kita banyak sekali pertimbangan yang harus kita pikirkan. Mengapa komputerisasi begitu penting dan bagaimana sebaiknya kita mulai melakukan komputerisasi pada perusahaan kita.
  1. Apa itu komputerisasi dan Mengapa harus komputerisasi?

Kebanyakan masyarakat awam masih rancu untuk membedakan antara
·         Usaha yang sudah ter komputerisasi atau
·         Usaha yang sudah menggunakan komputer untuk alat bantu.
Mereka beranggapan bahwa kalau dalam usahanya sudah menggunakan komputer maka dikatakan sudah terkomputerisasi. Padahal ..
Yang dimaksud komputerisasi disini adalah dengan mendaya gunakan kemampuan komputer untuk menghitung, mengontrol dan membuat laporan secara terpadu sehingga dapat  memperlancar usaha yang dijalankan. Jadi komputer bukan hanya digunakan sebagai pengganti mesin ketik seperti yang biasa digunakan.
Semakin usaha Anda berkembang, semakin komplek permasalahan yang terjadi. Dengan system kontrol manual maka Anda akan banyak mengalami kesulitan untuk melakukan perhitungan, kontrol bahkan pembuatan laporan. Dan kalaupun itu bisa Anda  lakukan dengan system manual , saya yakin Anda akan ikut (selalu) terjun dalam pekerjaan itu, Anda tidak pernah bisa mendelegasikan tugas itu kepada yang lain karena memang kontrol hanya datang dari satu sumber ( Personil yang bertanggung jawab) . Akan tetapi  dengan system komputer maka kontrol dapat datang dari dua sumber yaitu
·         dari personil yang bertanggung jawab dan 
·         dari system komputer itu sendiri. 
Jadi kemungkinan untuk berbuat curang dari orang yang bertanggung jawab akan lebih kecil (meskipun tidak 100% tidak bisa).
Banyak dari kalangan pebisnis lalai pada hal ini . Mereka memulai komputerisasi setelah terjadi kebobolan pada system manual nya, yang menyebabkan perusahan sudah kehilangan (Karena kecurangan) Jutaan Rupiah ( Bahkan ratusan juta)

  1. Kapan saatnya bisnis UKM mulai perlu komputerisasi?
    Continue reading